Program dan Proyek

Ringkasan Program

Secara umum, seluruh kegiatan yang diusulkan bertujuan untuk menjaga SVLK sebagai sebuah sistem yang kredibel dan akuntabel melalui kegiatan pemantauan secara regular dan berkala. Untuk memastikan tujuan tersebut, maka dibutuhkan ketersediaan pendanaan yang cukup bagi kegiatan pemantauan yang dikelola melalui sebuah lembaga dana perwalian (trust fund). Dukungan pendanaan tersebut akan diarahkan untuk mendukung

  1. Pembentukan dan pengoperasian lembaga dana perwalian yang berfungsi untuk menyokong aktifitas pemantauan SVLK dan perbaikan tata kelola oleh pemantau independen
  2. Penggalangan sumber daya untuk pemantau independen
  3. Uji coba sistem pendistribusian dana hibah
  4. Penyusunan program dan rencana strategis pemantau independen sebagai aktor penting dalam implementasi SVLK di Indonesia.

Target utama dari kegiatan ini adalah organisasi masyarakat sipil dan kelompok-kelompok masyarakat lokal/adat yang aktif melakukan pemantauan terkait implementasi SVLK. Selain itu pemerintah, lembaga donor dan pihak-pihak lain yang berpotensi memberikan dukungan pendanaan untuk pemantau independen

Tujuan, kegiatan dan hasil

Secara umum tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat dan mengoperasionalkan lembaga pengelola dana (trust fund) bagi pemantau independen sehingga pemantau independen dapat berperan aktif dalam penguatan sistem VLK dan perbaikan tata kelola hutan di Indonesia. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai dalam 7 bulan pelaksanaan usulan proyek ini adalah:

  1. Membentuk struktur kelembagaan pengelola dana dan tersedianya mekanisme pendistribusian dana hibah untuk kegiatan pemantauan dan perbaikan tata kelola hutan
  2. Membangun strategi kerja bersama antara lembaga pengelola dana dengan pemantau independen dalam konteks penguatan sistem pemantauan hutan di Indonesia
  3. Melakukan penggalangan sumber daya dengan pemerintah, lembaga donor dan pihak-pihak lain, yang berpotensi memberikan dukungan pendanaan untuk pemantau independen
  4. d. Menguji coba sistem pendistribusian dana hibah untuk mendukung kegiatan para pemantau independen

Hasil yang diharapkan dalam usulan proyek ini adalah:

  1. Terbentuknya struktur kelembagaan dan tersediannya mekanisme pendistribusian dana untuk melayani kegiatan-kegiatan pemantauan dan perbaikan tata kelola hutan oleh pemantau independen.
  2. Adanya rumusan rencana strategis bersama untuk mendukung kerja-kerja lembaga/jaringan pemantau independen dalam upaya penguatan sistem pemantauan hutan di Indonesia.
  3. Terbangunnya komitmen dengan pemerintah, lembaga donor dan pihak-pihak lain, yang berpotensi memberikan dukungan pendanaan untuk pemantau independen
  4. Tersalurkannya hibah dana untuk mendukung kegiatan pemantauan, peningkatan kapasitas, kampanye & advokasi, serta kegiatan konsolidasi para pemantau independen.

Strategi

Peran pemantau independen diatur di dalam sistem SVLK dan menjadi salah satu kompenen penting dalam menjaga kredibilitas sistem. Kurang lebih 5 tahun terakhir, pemantau independen berperan aktif pada proses revisi peraturan yang berkaitan dengan SVLK. Para pemantau independen secara aktif memberikan usulan perbaikan terhadap sistem SVLK melalui pengajuan keluhan kepada lembaga sertifikasi dan/atau KAN dan instansi terkait lainnya, berdasarkan temuan-temuan di tingkat tapak.

Selama perjalanan sistem ini, telah muncul berbagai lembaga atau jaringan pemantau independen. Salah satu kebutuhan yang penting adalah membangun konsolidasi antar lembaga/jaringan tersebut, sebagai upaya penguatan sistem pemantauan independen secara nasional.

Kegiatan penting lainnya adalah mendorong pemantauan secara berkesinambungan di level kelompok-kelompok masyarakat (citizen monitoring) melalui proses peningkatan kapasitas teknis. Peningkatan kapasitas teknis dan menambah kuantitas pemantau independen, diharapkan dapat menjamin keberlanjutan kegiatan pemantauan di tingkat tapak.

Untuk kebutuhan di atas maka di dalam proyek berdurasi 12 bulan ini, diharapkan lembaga dana perwalian sudah menjalankan perannya untuk menggalang dukungan dari pihak-pihak lain (pemerintah dan lembaga donor) potensial agar terwujudnya keberlanjutan kegiatan-kegiatan pemantauan kehutanan di Indonesia.

Isu-isu yang berkaitan

Pemberian dukungan finansial maupun dukungan teknis lainnya harus mampu menghindari bias gender ataupun pembedaan berbasis ras ataupun suku, agama serta kaum difabel. Laki-laki dan perempuan dari berbagai golongan mendapatkan kesempatan yang sama dan setara untuk mendapatkan layanan dari lembaga pengelola dana. Hal ini didasarkan pada kesadaran bahwa tiap warga negara berhak berperan serta dalam pengawasan pelaksanaan kebijakan publik, termasuk pada implementasi SVLK. Kontribusi aktif para pemantau independen diharapkan dapat memastikan pelaksanaan SVLK yang kredibel, terutama di sektor hulu akan mendukung pencapaian pengelolaan hutan lestari. Dan pada akhirnya berkontribusi untuk mencegah deforestasi & degradasi hutan.

Penerima manfaat hibah

Penerima manfaat hibah ini adalah lembaga pengelola dana agar mampu menyokong aktifitas pemantauan SVLK dan perbaikan tata kelola oleh pemantau independen. Penerima manfaat yang lain adalah organisasi masyarakat sipil dan kelompok-kelompok masyarakat lokal/adat yang bekerja pada isu-isu kehutanan. Adapun manfaat yang diterima adalah mendapatkan dukungan finasial dan dukungan teknis lainnya sehingga mampu berperan aktif dalam mendorong perbaikan tata kelola hutan melalui kegiatan pelatihan, pemantauan, kampanye dan advokasi yang kredibel.

Kegiatan

  1. Membentuk dan mengopersionalkan lembaga pengelola dana pemantau independen
  2. Membangun strategi kerja bersama antara lembaga pengelola dana dengan pemantau independen dalam konteks penguatan sistem pemantauan independen di Indonesia
  3. Melakukan penggalangan sumber daya dan promosi kepada pemerintah, lembaga donor dan pihak-pihak lain, yang berpotensi memberikan dukungan pendanaan untuk pemantau independen
  4. Menguji coba sistem sistem pendistribusian dana hibah untuk mendukung kegiatan para pemantau independen

Keberlanjutan

Pelibatan pemerintah dan pihak lain yang memiliki kepedulian atas keberlanjutan pemantauan di tingkat tapak pasca proyek ini menjadi hal yang penting. Adanya komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan pendanaan bagi pemantau independen yang diperoleh dari APBN ataupun sumber lain berupa iuran V-Legal, menjadi upaya strategis untuk dilakukan. Termasuk membangun komitmen dengan pihak lain (lembaga donor, pemerintah EU) melalui pengajuan proposal dalam kerangka pengembangan sustainable funding bagi pemantau independen di Indonesia.