Peluncuran IFM Fund - Grand Garden

Hari terasa cerah sekali di pagi, hari Selasa tanggal 3 Oktober 2017 di Kebun Raya Bogor. Matahari dengan hangatnya bersinar menaungi pepohonan, semak dan rerumputan. Suasana bertambah nyaman dengan suara burung dan serangga yang silih berganti, menyadarkan kita bahwa alam adalah sahabat terbaik manusia. Kita pun maklum bahwa saat ini kita sering lupa akan kebesaran alam yang telah melimpahkan kenyamanan hidup bagi manusia. Lupa akan pepohonan, lupa akan semak-belukar, lupa akan rumput yang telah berjasa besar untuk menjaga fungsi lingkungan tetap terjaga, bagi manusia.

Dan pada pagi yang cerah ini, IFM Fund tengah mempersiapkan diri untuk tampil, menampakan dirinya kepada semua orang. Semua upaya yang telah disiapkan berhari atau berminggu sebelumnya seolah akan terbalas jika pelaksanaan Peluncuran IFM Fund dapat berjalan dengan baik. Satu-persatu setiap alat dipersiapkan mulai dari buku, leaflet, foto, spanduk, banner hingga kelengkapan presentasi. Semua bahu-membahu untuk mensukseskan peluncuran ini mulai dari Bogor Print yang membantu proses design dan printing, MFP (Multistakeholder Forestry Programme) dengan foto dan filmnya, hingga teman-teman di sekitar kantor.

Di salah satu bagian Kebun Raya, tepatnya Grand Garden Hotel, beberapa orang tampak sibuk menyiapkan perangkat dan menyusun tata letak agar semua tamu undangan dapat berinteraksi dengan baik. Photo-photo yang berjumlah 20 ditaruh pada setiap sudut area yang menampilkan kondisi hutan dan lingkungan Indonesia, Standing Banner diletakan di dekat layar proyektor dan area masuk. Hampir selesai ketika ada usulan agar tempat duduk dirubah, dan setelah diperhatikan memang terasa aneh jika tempat bicara harus berada di 2 tempat yg dipisahkan pagar dan tanjakan. Akhirnya tempat tempat duduk dirubah, berdesakan namun dapat membuat suasa lebih akrab dan komunikasi lebih lancar.

Waktu sudah semakin siang ketika Dr.Ir. Ida Bagus Putera Parthama, M.Sc., Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyempatkan waktunya datang lebih awal dari tamu lainnya di tengah kesibukannya. Dengan senyuman dan keramahannya Bapak Putera Parthama di sambut oleh Christian Bob Purba, Direktur IFM Fund dan Ibu Julia Kalmirah dari MFP yang telah lebih dulu hadir. Tamu undangan mulai berdatangan dan beberapa diantarannya adalah Paul Eastwood, Senior Forestry Advisor Department for International Development (DFID) Kerajaan Inggris dan Mrs Josil P. Murray dari FAO turut hadir berbaur dengan tamu-tamu undangan lembaga yang lainnya. Sambil menunggu tamu-tamu undangan yang lainnya datang sebelum acara di mulai para tamu menikmati hidangan coffe dan snack yang sudah di sediakan.

Acara pun dimulai oleh Christian Bob Purba yang sangat berterima kasih karena undangan dapat menyempatkan diri hadir. Pembicara-pembicara yang tampil menyatakan rasa antusiasme yang sama, bersyukur bahwa dengan diluncurankannya IFM Fund secara otomatis telah menggenapkan capaian dari perjanjian antara Uni Eropa dan Indonesia tentang Verifikasi Legalitas Kayu, yaitu adanya lembaga yang mendukung dan mengelola pendanaan untuk kegiatan pemantauan tata kelola hutan yang pada gilirannya akan semakin mempermudah pemantau independen kehutanan untuk bekerja.

IFM Fund secara kelembagaan baru terbentuk, banyak harapan dan tantangan yang ada di depan. Namun, IFM Fund percaya bahwasanya semua itu harus dilalui dan percaya bahwa banyak teman yang akan membantu agar tata kelola hutan di Indonesia menjadi semakin baik.