Scroll down

Independent Forest Monitoring Fund

Memperkuat dan mengoperasionalkan lembaga pengelola dana (trust fund) bagi pemantau independen sehingga pemantau independen dapat berperan aktif dalam penguatan sistem VLK dan perbaikan tata kelola hutan di Indonesia

Apa Tujuan Kami

Dukungan

Memfasilitasi dukungan pendanaan bagi kegiatan pemantauan independen kehutanan khususnya terhadap pelaksanaan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Keterlibatan

Memfasilitasi kegiatan yang mendukung kualitas pemantauan independen kehutanan.

System

Meningkatkan kualitas tata kelola kehutanan melalui kegiatan pemantauan independen kehutanan.

Kunjungi halaman lainnya untuk mengetahui lebih banyak tentang kami:

Forestfund Dokumentasi
Kami menerbitkan berbagai publikasi dan dokumentasi dalam berbagai kegiatan.

Forestfund Mitra
Kami bekerja dengan berbagai mitra diseluruh Indonesia.

Forestfund Program
Program-program untuk mencapai tujuan kami.

Forestfund Organisasi
Kami melibatkan beberapa orang untuk mendukung kegiatan kami.

Forestfund Kontak
Kami sangat senang menerima pertanyaan anda.

More

Konsolidasi dilaksanakan selama dua hari, hari pertama sebagai pengantar pertemuan konsolidasi pemantau independen (PI) mendatangkan pemateri dari berbagai pemangku kepentigan, antara lain; KLHK, Lembaga Sertifikasi, Lembaga Donor, dan CSO. Pada sesi pertama dipaparkan tentang perkembangan dua tahun lisensi FLEGT, tantangan kredibilitas proses penilaian dari sisi Lembaga Sertifikasi, kepastian rantai pasok dan kebutuhan pasar internasional terhadap kayu legal dan lestari, serta peluang pendanaan bagi PI. Sesi kedua pemaparan diisi oleh PI (CSO) yang menyororti berbagai pesepektif SVLK, mulai dari perkembangan PI, celah kayu ilegal melalui konversi, dan penguatan aturan SVLK.

Periodic Evaluation FLEGT VPA – Indonesia and the European Union
Close

Para peserta terdiri dari, Pemerintah (KLHK), Lembaga Sertifikasi, Asosiasi (APHI, ISWA), dan organisasi PI representatif dari pulau sumatera (PBHI, HAKI, Walhi Lampung)), Jawa (LSPP, PPLH Mangkubumi), Kalimantan (Kaharingan Institute, GRID), Sulawesi (Jurnal Celebes), Papua (Papua Forest Watch), dan Nasional (ICEL, Auriga, Pusaka, FWI, Kaoem Telapak, LEI).

More

Y-PIKI (Yayasan Pemantau Independen Kehutanan Indonesia) yang kemudian disebut sebagai IFM Fund (Independent Forest Monitoring Fund) adalah sebuah lembaga pengelola dana yang berupaya mendukung keberlanjutan kegiatan pemantauan kehutanan di Indonesia. Tujuan dari IFM Fund adalah memberikan dukungan pendanaan bagi para konstituennya (pemantau independen dan jaringannya), untuk memperkuat dan memfasilitasi penguatan kapasitas, mekanisme penggalangan dan pendistribusian dana, dan berbagi informasi untuk mendukung pemantau independen (PI) di Indonesia.

Lowongan Tenaga Konsultan Penyusunan Rancangan Penggalangan Sumberdaya bagi Pemantau Independen
Close

Saat ini, IFM Fund berencana mengembangkan sebuah rancangan penggalangan sumberdaya (resources mobilization) termasuk pendanaan -bagi PI, baik yang bersumber dari APBN, APBD, maupun dari sumber lain yang sah dan tidak mengikat seperti dana hibah maupun persentase biaya V-Legal Document dan/atau FLEGT-Licenses. Proses penggalangan sumber daya ini diharapkan akan semakin memperkuat portofolio IFM Fund, yang pada gilirannya aktivitas pemantauan kehutanan oleh pemantau independen dapat dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan.

More

Pada 17 Oktober 2018, bertempat di Hotel Grand Savero, IFM Fund mengadakan pertemuan yang manandai dimulainya pelaksanaan proyek. Judul kegiatan adalah "Memperkuat Tata Kelola Hutan melalui Pemantauan Independen Kehutanan Menuju Implementasi yang Efektif dari Inisiatif SVLK dan FLEGT di Indonesia". Kegiatan ini didanai oleh FAO-EU FLEGT untuk jangka waktu 15 bulan, dan dimulai sejak ditandatanganinya surat perjanjian kerja terhitung sejak awal September.

Peluncuran Proyek FAO-EU FLEGT 17 Oktober 2018
Close

Pertemuan dibuka oleh Direktur IFM Fund Christian Bob Purba, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Josil P. Murray dari FAO. Christian Bob Purba kemudian melanjutkan dengan mempresentasikan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama 15 bulan kedepan dalam rangka menyelesaikan tanggung jawab IFM Fund dalam melaksanakan proyek ini.