Scroll down

Independent Forest Monitoring Fund

Memperkuat dan mengoperasionalkan lembaga pengelola dana (trust fund) bagi pemantau independen sehingga pemantau independen dapat berperan aktif dalam penguatan sistem VLK dan perbaikan tata kelola hutan di Indonesia

Apa Tujuan Kami

Dukungan

Memfasilitasi dukungan pendanaan bagi kegiatan pemantauan independen kehutanan khususnya terhadap pelaksanaan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Keterlibatan

Memfasilitasi kegiatan yang mendukung kualitas pemantauan independen kehutanan.

System

Meningkatkan kualitas tata kelola kehutanan melalui kegiatan pemantauan independen kehutanan.

Call for Proposals

Call for Proposals

Total dana hibah yang tersedia saat ini sebesar $ 40,000 untuk mendanai 6 proposal kegiatan dari calon mitra.

Call for Proposals

IFM mengundang individu pemantau hutan, kelompok masyarakat adat dan lokal, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga studi/penelitian untuk terlibat dalam penguatan sistem VLK dan perbaikan tata kelola hutan di Indonesia. Dana hibah yang dapat IFM Fund salurkan untuk mendukung kegiatan: pelatihan dan pemantauan.

Read more
More

JPIK - Penangkapan Kontainer Kayu Tunjukkan Kelemahan Pengawasan
... selengkapnya





JAKARTA, KOMPAS – Jaringan Pemantau Independen Kehutanan mendesak agar pengawasan terhadap operasi penebangan hingga transportasi pengiriman kayu di Papua diperketat. Penyelundupan kayu berlarut-larut yang menunjukkan lemahnya pengawasan peredaran kayu bisa menurunkan kepercayaan internasional terhadap Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK yang telah susah payah dibangun bertahun-tahun.

JPIK - Penangkapan Kontainer Kayu Tunjukkan Kelemahan Pengawasan
Close

JAKARTA, KOMPAS – Jaringan Pemantau Independen Kehutanan mendesak agar pengawasan terhadap operasi penebangan hingga transportasi pengiriman kayu di Papua diperketat. Penyelundupan kayu berlarut-larut yang menunjukkan lemahnya pengawasan peredaran kayu bisa menurunkan kepercayaan internasional terhadap Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK yang telah susah payah dibangun bertahun-tahun.

More

Lowongan Tenaga Konsultan Penyusunan Rancangan Penggalangan Sumberdaya bagi PI
... selengkapnya







Saat ini, IFM Fund berencana mengembangkan sebuah rancangan penggalangan sumberdaya (resources mobilization) termasuk pendanaan -bagi PI, baik yang bersumber dari APBN, APBD, maupun dari sumber lain yang sah dan tidak mengikat seperti dana hibah maupun persentase biaya V-Legal Document dan/atau FLEGT-Licenses. Proses penggalangan sumber daya ini diharapkan akan semakin memperkuat portofolio IFM Fund, yang pada gilirannya aktivitas pemantauan kehutanan oleh pemantau independen dapat dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan.

Lowongan Tenaga Konsultan Penyusunan Rancangan Penggalangan Sumberdaya bagi Pemantau Independen
Close

Y-PIKI (Yayasan Pemantau Independen Kehutanan Indonesia) yang kemudian disebut sebagai IFM Fund (Independent Forest Monitoring Fund) adalah sebuah lembaga pengelola dana yang berupaya mendukung keberlanjutan kegiatan pemantauan kehutanan di Indonesia. Tujuan dari IFM Fund adalah memberikan dukungan pendanaan bagi para konstituennya (pemantau independen dan jaringannya), untuk memperkuat dan memfasilitasi penguatan kapasitas, mekanisme penggalangan dan pendistribusian dana, dan berbagi informasi untuk mendukung pemantau independen (PI) di Indonesia.

More

Kredibilitas dan Akuntabilitas SVLK harus Ditingkatkan
... selengkapnya









Penerapan SVLK menghasilkan kemajuan yang signifikan ketika lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) diterapkan pada produk-produk kayu dari Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa sejak dua tahun yang lalu. Keputusan pemberlakuan Lisensi FLEGT tersebut disepakati bersama pada forum Joint Implementation Committee (JIC) Perjanjian Kerjasama Sukarela (VPA) antara Indonesia dan Uni Eropa di bidang FLEGT yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 15 Agustus 2016. Hal ini merupakan wujud nyata pengakuan dan dukungan Uni Eropa secara berkelanjutan untuk pembenahan tata kelola kehutanan, serta merupakan prestasi bagi Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mendapatkan Lisensi FLEGT.

Kredibilitas dan Akuntabilitas SVLK harus Ditingkatkan
Close

Pelaksanaan lisensi FLEGT mendongkrak nilai ekspor produk kayu Indonesia di pasar Uni Eropa. Berdasarkan Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, nilai ekspor produk kayu ke Uni Eropa pada periode Januari hingga 15 November 2017 meningkat, hampir mencapai angka US$1 miliar dibanding dengan nilai ekspor pada periode tahun sebelumnya yang hanya US$852 juta. Dan setelah dua tahun pemberlakuan Lisensi FLEGT, pada 15 November 2018, nilai ekspor dengan tujuan yang sama telah mencatatkan lebih dari US$1.006 miliar dengan lebih dari 35 ribu dokumen Lisensi FLEGT yang diterbitkan.

More

Peluncuran Proyek FAO-EU FLEGT 17 Oktober 2018
... selengkapnya









Pada 17 Oktober 2018, bertempat di Hotel Grand Savero, IFM Fund mengadakan pertemuan yang manandai dimulainya pelaksanaan proyek. Judul kegiatan adalah "Memperkuat Tata Kelola Hutan melalui Pemantauan Independen Kehutanan Menuju Implementasi yang Efektif dari Inisiatif SVLK dan FLEGT di Indonesia". Kegiatan ini didanai oleh FAO-EU FLEGT untuk jangka waktu 15 bulan, dan dimulai sejak ditandatanganinya surat perjanjian kerja terhitung sejak awal September.

Peluncuran Proyek FAO-EU FLEGT 17 Oktober 2018
Close

Pertemuan dibuka oleh Direktur IFM Fund Christian Bob Purba, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Josil P. Murray dari FAO. Christian Bob Purba kemudian melanjutkan dengan mempresentasikan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama 15 bulan kedepan dalam rangka menyelesaikan tanggung jawab IFM Fund dalam melaksanakan proyek ini.